SERBA-SERBI

Minggu, 03 Juni 2012

Materi, Soal dan pembahasan Kimia (sistem Periodik Unsur)


SISTEM PERIODIK UNSUR

Sistem periodik adalah suatu tabel berisi identitas unsur-unsur yang dikemas secara berkala dalam bentuk periode dan golongan berdasarkan         kemiripan sifat-sifat unsurnya.
A.     Perkembangan Sistem Periodik
1.     Sistem Periodik Klasik
a.         Pengelompokan Logam dan Non Logam
Ketika ilmu kimia lahir, para ilmuwan Arab dan Persia membagi unsur-unsur menjadi dua kelompok, yaitu lugham (logam) dan laysa lugham (bukan logam) Pengelompokan unsur-unsur menjadi logam dan bukan logam berlangsung sampai abad ke-19.
b.         Johan W. Dobereiner (triade Dobereiner)
Ilmuwan pertama yang mengembangkan sistem periodik unsur adalah Johan W. Dobereiner. Sistem periodik unsur-unsur yang dikelompokkan didasarkan pada massa atom. Menurut Dobereiner, jika massa atom unsur A ditambah massa atom unsur B, kemudian dirata-ratakan maka akan dihasilkan massa atom unsur C. Ketiga unsur ini akan memiliki sifat yang mirip. Kelompok unsur tersebut oleh Dobereiner dinamakan triade.
Contoh:
Massa atom Cl = 35
Massa atom I = 127
Massa atom Br = 35 + 127 /2 = 81
Jadi, sifat unsur bromin akan mirip dengan unsur klorin dan iodin.
Kelemahan sistem triade. ada beberapa unsur lain yang tidak termasuk dalam satu triad, tetapi mempunyai sifat-sifat mirip dengan triad tersebut.
c.          John Newland
Newlands menyusun unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya. Jika unsur-unsur dideretkan menurut kenaikan massa atom relatifnya  maka unsur kedelapan memiliki sifat mirip dengan unsur pertama. ternyata unsur yang berselisih 1 oktaf (unsur ke-1 dan ke-8, unsur ke-2 dan unsur ke-9), menunjukkan kemiripan sifat. Pola ini dinamakan Hukum Oktaf.
Kelemahan hukum Oktef karena hanya berlaku untuk unsur-unsur ringan. Jika diteruskan, ternyata kemiripan sifat terlalu dipaksakan. Misalnya, Zn mempunyai sifat yang cukup berbeda dengan Be, Mg, dan Ca.
d.          Dmitri Mendeleev dan ilmuwan kimia dari Jerman, Lothar Meyer,
Sistem periodik Mendeleev didasarkan pada nomor massa atom, sedangkan sistem periodik Meyer didasarkan pada massa jenis atom. Walaupun dasar penggolongan sistem periodik berbeda, tetapi hasilnya hampir sama. Mendeleev menyusun sistem periodik unsur-unsur dengan cara menempatkan unsur-unsur ke dalam bentuk baris dan kolom. Unsur-unsur dalam kolom yang sama ini memiliki sifat-sifat yang mirip. Mendeleev menempatkan unsur-unsur yang mempunyai kemiripan sifat dalam satu lajur vertikal, yang disebut golongan. Lajur-lajur horizontal, yaitu lajur unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya, disebut periode.
 Kelemahan sistem ini adalah penempatan beberapa unsur tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya. Selain itu masih banyak unsur yang belum dikenal.
keunggulan sistem periodik Mendeleev adalah bahwa Mendeleev berani mengosongkan beberapa tempat dengan keyakinan bahwa masih ada unsur yang belum dikenal (James E. Brady, 1990)
2.     Sistem Periodik Modern
Tahun 1914, Henry G. J. Moseley menemukan bahwa urutan unsur dalam tabel periodik sesuai kenaikan nomor atom. Tabel periodik modern yang disebut juga tabel periodik bentuk panjang, disusun menurut kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Tabel periodik modern ini dapat dikatakan sebagai penyempurnaan Tabel Periodik Mendeleyev.
Tabel periodik bentuk panjang terdiri atas lajur vertikal (golongan) yang disusun menurut kemiripan sifat dan lajur horizontal (periode) yang disusun berdasarkan kenaikan nomor atomnya.
a.         Lajur vertikal (golongan)
ditulis dengan angka Romawi terdiri atas 18 golongan.
1)              Golongan A (Golongan Utama)
 IA : Alkali Gol.                    VA : Nitrogen
IIA : Alkali Tanah                               VIA : Kalkogen
IIIA : Aluminium                                VIIA : Halogen
IVA: Karbon                                        VIIIA (0): Gas Mulia
2)              Golongan Transisi/Golongan Tambahan (Golongan B), terbagi atas:
a) Golongan Transisi (Gol. B), yaitu : IIIB, IVB, VB, VIB, VIIB, VIIIB (VIII), IB, dan IIB.
b) Golongan Transisi Dalam, ada dua deret yaitu :
·            Deret Lantanida (unsur dalam deret ini mempunyai kemiripan sifat dengan 57La).
·            Deret Aktinida (unsur dalam deret ini mempunyai kemiripan sifat dengan 89Ac).
Golongan B terletak di antara Golongan IIA dan IIIA.
Unsur-unsur yang berada dalam satu golongan mempunyai persamaan sifat karena mempunyai elektron valensi (elektron di kulit terluar) yang sama.
b.         Lajur Horizontal (Periode) ditulis dengan angka Arab terdiri atas 7 periode.
Periode 1 berisi 2 unsur. Periode 5 berisi 18 unsur.
Periode 2 berisi 8 unsur. Periode 6 berisi 32 unsur.
Periode 3 berisi 8 unsur. Periode 7 berisi 23 unsur (belum lengkap).
Periode 4 berisi 18 unsur.
Tabel 2.4 Tabel Periodik Unsur
B.    Hubungan Sistem Konfigurasi Elektron dengan Letak Unsur dalam Tabel Periodik Unsur
Berdasarkan konfigurasi elektron unsur-unsur terdapat hubungan antara konfigurasi elektron dengan letak unsur (nomor golongan dan periode) dalam tabel periodik sebagai berikut.
1. Jumlah elektron valensi menyatakan  nomor golongan
2. Jumlah kulit elektron menyatakan nomor periode
Pengecualian terjadi pada helium, elektron valensinya 2 tetapi terletak pada golongan gas mulia (VIIIA)
C.    SIFAT SIFAT UNSUR
Sifat unsur dibedakan menjadi dua, yaitu unsur logam dan nonlogam. Unsur-unsur logam terdapat di sebelah kiri sedangkan unsur-unsur nonlogam terdapat di sebelah kanan tabel periodik. Ditinjau dari konfigurasi elektron, unsur logam cenderung melepaskan elektron (energi ionisasi kecil), sedangkan unsur nonlogam menangkap elektron (keelektronegatifan besar). Pada tabel periodik, sifat-sifat logam semakin ke bawah semakin bertambah sedangkan semakin ke kanan semakin berkurang.
Unsur bagian kiri tabel periodik (IA dan IIA) memiliki sifat logam paling kuat, sedangkan unsur-unsur paling kanan (VIIA) mempunyai sifat nonlogam paling kuat. Antara unsur logam dan nonlogam terdapat unsur peralihan yang mempunyai sifat logam dan nonlogam sekaligus.
D.    Sifat Periodik Unsur
Unsur-unsur dalam golongan yang sama memiliki elektron valensi yang sama. Demikian pula unsur-unsur pada periode yang sama, elektron valensinya menghuni orbit yang sama. Oleh karena sifat-sifat unsur ada hubungannya dengan konfigurasi elektron maka unsur-unsur dalam golongan yang sama akan memiliki sifat yang mirip dan dalam periode yang sama akan menunjukkan sifat yang khas secara berkala (periodik) dari logam ke nonlogam. Beberapa sifat periodik unsur di antaranya adalah jari-jari atom, afinitas elektron, energi ionisasi, dan keelektronegatifan.
1.         JARI-JARI ATOM
Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom sampai kulit terluar. unsur-unsur yang segolongan, jari-jari atom makin ke bawah makin besar sebab jumlah kulit yang dimiliki atom makin banyak, sehingga kulit terluar makin jauh dari inti atom.
a.          Dalam satu golongan dari atas ke bawah, jari-jari atom makin besar sebab jumlah kulit yang dimiliki atom makin banyak (ingat jumlah kulit=nomor periode), sehingga kulit terluar makin jauh dari inti atom. sehingga jari-jari atom juga bertambah besar.

b.          unsur-unsur yang seperiode, jari-jari atom makin ke kanan makin kecil. Dari kiri ke kanan, jumlah kulit tetap tetapi muatan inti (nomor atom) dan jumlah elektron pada kulit bertambah. Hal tersebut mengakibatkan gaya tarik-menarik antara inti dengan kulit elektron semakin besar sehingga jari-jari atom makin kecil.
2.         AFINITAS ELEKTRON
Afinitas elektron adalah besarnya energi yang dibebaskan satu atom netral dalam wujud gas pada waktu menerima satu elektron sehingga terbentuk ion negatif. Atau  energi yang menyertai proses penambahan 1elektron pada satu atom netral dalam wujud gas, sehingga terbentuk ion bermuatan –1a.
a.         Dalam satu golongan dari atas ke bawah afinitas elektron semakin kecil.
b.         Dalam satu periode dari kiri ke kanan afinitas elektron semakin besar.
Penjelasan:
Apabila ion negatif yang terbentuk stabil, energi dibebaskan dinyatakan dengan tanda negatif (-). Apabila ion negatif yang terbentuk tidak stabil, energi diperlukan/diserap dinyatakan dengan tanda positif (+). Kecenderungan dalam afinitas elektron lebih bervariasi dibandingkan dengan energi ionisasi.

3.         ENERGI IONISASI
Energi ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron terluar suatu atom.
a.         Dalam satu golongan dari atas ke bawah energi ionisasi semakin berkurang.
b.         Dalam satu periode dari kiri ke kanan energi ionisasi cenderung bertambah.
Kecenderungan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
a.      Dari atas ke bawah dalam satu golongan jari-jari atom bertambah sehingga daya tarik inti terhadap elektron terluar semakin kecil. Elektron semakin mudah dilepas dan energi yang diperlukan untuk melepaskannya makin kecil.
b.       Dari kiri ke kanan dalam satu periode, daya tarik inti terhadap elektron semakin besar sehingga elektron semakin sukar dilepas. Energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron tentunya semakin besar.
4.         KEELEKTRONEGATIFAN
Keelektronegatifan adalah kemampuan atau kecenderungan suatu atom untuk menangkap atau menarik elektron dari atom lain yang digunakan pada ikatan ke arah atom bersangkutan. Misalnya, fluorin memiliki kecenderungan menarik elektron lebih kuat daripada hidrogen. Jadi, dapat disimpulkan bahwa keelektronegatifan fluorin  lebih besar daripada hidrogen.
a.         Dalam satu golongan dari atas ke bawah keelektronegatifan semakin berkurang.
b.         Dalam satu periode dari kiri ke kanan keelektronegatifan semakin bertambah.
Energi ionisasi dan afinitas elektron berkaitan dengan besarnya daya tarik elektron. Semakin besar daya tarik elektron semakin besar energi ionisasi, juga semakin besar (semakin negatif) afinitas elektron. Jadi, suatu unsur (misalnya fluor) yang mempunyai energi ionisasi dan afinitas elektron yang besar akan mempunyai keelektronegatifan yang besar. Akan tetapi perlu diingat bahwa golongan VIIIA tidak mempunyai keelektronegatifan. Hal ini karena sudah memiliki 8 elektron di kulit terluar. Jadi keelektronegatifan terbesar berada pada golongan VIIA
Semakin besar keelektronegatifan, unsur cenderung makin mudah membentuk ion negatif. Semakin kecil keelektronegatifan, unsur cenderung makin sulit membentuk ion negatif, dan cenderung semakin mudah membentuk ion positif
5.        Sifat Logam
Secara kimia, sifat logam dikaitkan dengan keelektronegatifan, yaitu kecenderungan melepas elektron membentuk ion positif. Jadi, sifat logam tergantung pada energi ionisasi. Ditinjau dari konfigurasi elektron, unsur unsur logam cenderung melepaskan elektron (memiliki energi ionisasi yang kecil), sedangkan unsur-unsur bukan logam cenderung menangkap elektron (memiliki keelektronegatifan yang besar).
Sesuai dengan kecenderungan energi ionisasi dan keelektronegatifan, maka sifat logam-nonlogam dalam periodik unsur adalah:
1)   Dari kiri ke kanan dalam satu periode, sifat logam berkurang, sedangkan sifat nonlogam bertambah.
2)   Dari atas ke bawah dalam satu golongan, sifat logam bertambah, sedangkan sifat nonlogam berkurang.
Jadi, unsur-unsur logam terletak pada bagian kiri-bawah sistem periodik unsur, sedangkan unsur-unsur nonlogam terletak pada bagian kanan-atas. Batas logam dan nonlogam pada sistem periodik sering digambarkan dengan tangga diagonal bergaris tebal, sehingga unsur unsur di sekitar daerah perbatasan antara logam dan nonlogam itu mempunyai sifat logam sekaligus sifat nonlogam. Unsur-unsur itu disebut unsur metaloid. Contohnya adalah boron dan silikon.
Selain itu, sifat logam juga berhubungan dengan kereaktifan suatu unsur. Reaktif artinya mudah bereaksi. Unsur-unsur logam pada sistem periodik unsur makin ke bawah semakin reaktif (makin mudah bereaksi) karena semakin mudah melepaskan elektron. Sebaliknya, unsur-unsur bukan logam pada sistem periodik makin ke bawah makin kurang reaktif (makin sukar bereaksi) karena semakin sukar menangkap elektron. Jadi, unsur logam yang paling reaktif adalah golongan IA (logam alkali) dan unsur nonlogam yang paling reaktif adalah golongan VIIA (halogen)
6.        Titik Leleh dan Titik Didih
Berdasarkan titik leleh dan titik didih dapat disimpulkan sebagai berikut.
1)      Dalam satu periode, titik cair dan titik didih naik dari kiri ke kanan sampai golongan IVA, kemudian turun drastis. Titik cair dan titik didih terendah dimiliki oleh unsur golongan VIIIA.
2)       Dalam satu golongan, ternyata ada dua jenis kecenderungan: unsur-unsur golongan IA – IVA, titik cair dan titik didih makin rendah dari atas ke bawah; unsur-unsur golongan VA – VIIIA, titik cair dan titik didihnya makin tinggi.

SOAL LATIHAN DAN PEMBAHASAN
E.  ESAY

1.     Apakah tujuan para ahli kimia mengelompokkan unsur-unsur?
Tujua mengelompokkan unsur-unsur adalah untuk membantu dan mempermudah dalam mempelajari unsur-unsur
2.     Jelaskan pengelompokan unsur menurut? Dobereiner, Newlands dan Mendeleev
a.     Dobereiner
Dobereiner mengelompokkan unsur didasarkan pada massa atom. Menurut Dobereiner, jika massa atom unsur A ditambah massa atom unsur B, kemudian dirata-ratakan maka akan dihasilkan massa atom unsur C. Ketiga unsur ini akan memiliki sifat yang mirip. Kelompok unsur tersebut oleh Dobereiner dinamakan triade.
Contoh:
Massa atom Cl = 35
Massa atom I = 127
Massa atom Br = 35 + 127 /2 = 81
Jadi, sifat unsur bromin akan mirip dengan unsur klorin dan iodin.
Kelemahan sistem triade. ada beberapa unsur lain yang tidak termasuk dalam satu triad, tetapi mempunyai sifat-sifat mirip dengan triad tersebut.
b.     Newlands
Newlands menyusun unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya. Jika unsur-unsur dideretkan menurut kenaikan massa atom relatifnya  maka unsur kedelapan memiliki sifat mirip dengan unsur pertama. Pola ini dinamakan Hukum Oktaf.
Kelemahan hukum Oktef karena hanya berlaku untuk unsur-unsur ringan. Jika diteruskan, ternyata kemiripan sifat terlalu dipaksakan. Misalnya, Zn mempunyai sifat yang cukup berbeda dengan Be, Mg, dan Ca.
c.      Dmitri Mendeleev
Sistem periodik Mendeleev didasarkan pada nomor massa atom, Mendeleev menyusun sistem periodik unsur-unsur dengan cara menempatkan unsur-unsur ke dalam bentuk baris dan kolom. Unsur-unsur dalam kolom yang sama ini memiliki sifat-sifat yang mirip. Mendeleev menempatkan unsur-unsur yang mempunyai kemiripan sifat dalam satu lajur vertikal, yang disebut golongan. Lajur-lajur horizontal, yaitu lajur unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya, disebut periode.
 Kelemahan sistem ini adalah penempatan beberapa unsur tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya dan . Selain itu masih banyak unsur yang belum dikenal.
keunggulan sistem periodik Mendeleev adalah bahwa Mendeleev berani mengosongkan beberapa tempat dengan keyakinan bahwa masih ada unsur yang belum dikenal
3.     Berdasarkan apakah Moseley menyempurnakan sistem periodik Mendeleev?
Jawab
Tabel periodik modern yang disebut juga tabel periodik bentuk panjang, disusun menurut kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat.
4.     Apakah perbedaan pengelompokan unsur menurut Mendeleev dengan Moseley berdasarkan golongan dan periode?
Mendeleev menempatkan unsur-unsur yang mempunyai kemiripan sifat dalam satu lajur vertikal, yang disebut golongan. Lajur-lajur horizontal, yaitu lajur unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya, disebut periode.
Sedangkan
Tabel Periodik Moseley Tabel periodik bentuk panjang terdiri atas lajur vertikal (golongan) yang disusun menurut  kemiripan sifat dan lajur horizontal (periode) yang disusun berdasarkan kenaikan nomor atomnya.
5.     Berdasarkan apakah Mendeleev menyusun tabel periodik unsur-unsur? Mengapa sistem periodik dari Mendeleev lebih dikenal daripada model Lothar Meyer?
Jawab
Dasar yang dipakai Mendeleev menyusun tabel periodik unsur-unsur adalah kenaikan nomor massa atom. Kemampuan prediksi Mendeleev menjadikan tabel periodik yang disusunnya lebih dikenal masyarakat ilmiah.
6.     a. Pada periode dan golongan berapakah suatu unsur memiliki jumlah elektron 8?
b. Pada periode dan golongan berapakah suatu unsur memiliki jumlah elektron 14?
Jawab
a. Konfigurasi elektronnya adalah 2 6. Jadi, unsur tersebut akan berada pada periode ke-2 dan golongan VIA.
b. Konfigurasi elektronnya adalah 2 8 4 Jadi, unsur tersebut berada pada periode ke-3 dan golongan IVA.
1.    Manakah di antara penyataan di bawah ini yang bukan merupakan sifat periodik unsur-unsur?
A.     Dari atas ke bawah dalam satu golongan energi ionisasi makin kecil.
B.     Dari kiri ke kanan dalam satu periode afinitas elektron makin besar.
C.     Dari atas ke bawah dalam satu golongan jari-jari atom makin besar.
D.     Dari kiri ke kanan dalam satu periode keelektronegatifan makin besar.
E.     Dari kiri ke kanan dalam satu periode titik didih makin tinggi.
Pembahasan
Jawaban (A), (B), (C), dan (D) adalah sifat-sifat periodik unsur. Jadi, jawabannya adalah (E).
2.     Penyusunan sistem periodik yang didasarkan pada keperiodikan unsur-unsur setelah unsur ke delapan dikemukakan oleh ....
A. Dobereiner       B. John Newland      C. Mendeleev
D. Lothar Meyer    E. John Dalton
3.     Dalam sistem periodik modern, unsur-unsur logam terletak pada golongan ....
A. IA dan IIA      B. IA dan IVA    C. IIA dan VIA
D. VA dan VIIA     E. IVA
4.     Periode dalam susunan berkala unsur menyatakan ….
 A. banyak elektron pada lintasan yang terluar
 B. banyak elektron pada atom
 C. banyak neutron pada inti atom
 D. banyak kulit elektron
 E. banyak proton pada inti atom unsur
5.     Unsur yang terletak pada periode yang sama dalam sistem periodik mempunyai ….
 A. jumlah elektron yang sama
 B. jumlah elektron terluar yang sama
 C. nomor atom yang sama
D. nomor massa yang sama
E. jumlah kulit elektron sama
6.     Golongan dalam susunan berkala unsur menyatakan....
A. banyak elektron pada lintasan yang terluar
B. banyak elektron pada atom
C. banyak neutron pada inti atom
D. banyak kulit elektron
E. banyak proton pada inti atom unsur
7.     Unsur yang terletak pada Golongan yang sama dalam sistem periodik mempunyai ….
A. jumlah elektron yang sama
B. jumlah elektron terluar yang sama
C. nomor atom yang sama
D. nomor massa yang sama
E. jumlah kulit elektron sama
8.     Konfigurasi elektron atom unsur A: 2 8 8 6. Unsur  tersebut dalam sistem periodik terletak pada ....
A. golongan IA dan periode
B. golongan IIA dan periode 4
C. golongan IVA periode 6 
D. golongan VIA periode 4
E. golongan IVA periode 4       
9.     Suatu unsur berada dalam golongan VA dan periode 3.Unsur tersebut memiliki nomor atom ....
A. 14                B. 15      C. 18      D. 30      E. 33
10. Suatu unsur berada dalam golongan VIIA dan periode 4. Unsur tersebut memiliki jumlah proton ....
A. 17                B. 24      C. 35      D. 40      E. 53
11. Unsur dengan nomor atom 15 memiliki sifat kimia sama dengan unsur bernomor atom ....
A. 23                B. 31      C. 43      D. 51      E. 65
12. Atom suatu unsur memiliki 16 elektron. Atom unsur lain yang sifatnya mirip adalah atom dengan nomor atom ....
A. 10                B. 24      C. 34      D. 50      E. 64
13. Di antara unsur-unsur: 4P, 12Q, 16R, dan 18S, yang  terletak dalam golongan yang sama adalah ....
A. P dan Q      B. P dan S             C. P dan R            
D. Q dan R      E. R dan S
14. Dua buah unsur memiliki sifat-sifat serupa sebab keduanya memiliki jumlah elektron valensi sama, yaitu
A. C dan Cl                     B. Si dan S            C. Ca dan Al
D. Se dan Te                  E. O dan Ar
15. Unsur-unsur yang semuanya golongan alkali adalah ....
A. Li, Na, Sr                    B. Rb, F, K            C. Cs, Na, Sr
D. Na, Ra, K                   E. K, Rb, Fr
16. Pernyataan berikut merupakan sifat-sifat gas mulia, kecuali ..
A. unsur paling stabil
B sukar melepaskan atau menangkap elektron
C. mudah bereaksi dengan unsur lain
D. terdapat di atmosfer dalam keadaan bebas
E. titik beku mendekati suhu 0 K
17. Di antara himpunan unsur halogen berikut, yang tersusun menurut kenaikan keelektronegatifan adalah ..
A. F, Cl, Br                      B. Br, F, Cl            C. F, Br, Cl
D. Cl, Br, F                      E. Br, Cl, F
18. Anion S2– memiliki konfigurasi elektron 2, 8, 8, atom unsur tersebut terletak pada golongan ….
      A. IIA periode 8             B. IIIA periode 8  
      C. VIA periode 2      D. VIA periode 3
      E. VIIIA periode 3
19. Unsur alkali tanah terletak pada golongan ….
       A. IA   B. IIA     C. IIIA     D. IVA     E. VA
20. Pernyataan yang benar untuk unsur A dan B yang memiliki nomor atom 10 dan 18 adalah ….
     A. jari-jari atom A > B
     B. jari-jari atom A = B
     C. A dan B terletak periode 3
     D. A dan B satu golongan
     E. terletak pada golongan VIIA
21. Salah satu unsur yang masuk golongan IA adalah ….
      A. 19K      B. 20Mg   C. 13Al   D. 9F    E. 12Cl
22. Bila suatu atom melepaskan elektron pada kulit terluarnya, maka atom tersebut ….
     A. bermuatan negatif    B. bermuatan positif
     C. atom netral                 D. ion netral
     E. atom tidak bermuatan
23. Bila suatu atom menerima elektron pada kulit terluarnya, maka atom tersebut ….
     A. bermuatan negatif   B. bermuatan positif
     C. atom netral                 D. ion netral
     E. atom tidak bermuatan
24. Apabila x dan y adalah pasangan unsur yang mempunyai elektron valensi sama, maka nomor atom x dan y adalah ….
      A. 11 dan 20                   B. 12 dan 20    C. 15 dan 32
      D. 17 dan 34                   E. 13 dan 18
25. Suatu unsur mempunyai proton 19 dan neutron 20, dalam sistem periodik terletak pada ….
     A. golongan IA, periode 2 
     B. golongan IA, periode 3
     C. golongan IA, periode 4
     D. golongan IIA, periode 2
     E. golongan IIA, periode 3
26. Unsur yang mempunyai nomor atom 38 terletak pada golongan ….
     A.alkali             B.alkali tanah      C.Halogen
     D.Carbon         E. gas mulia