Selasa, 16 September 2014

Perhitungan Kimia (Hukum Dasar Kimia)



PERHITUNGAN KIMIA



A.     Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)
Berbunyi “Dalam reaksi kimia, massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.”
Contoh
No
Pereaksi 1
Pereaksi 11
Hasil Reaksi
1





2


Gas Hidrogen
2 gram
4 gram
5 gram
6 gram

karbon
a. 6 gram
b. 9 gram
c. ... gram
Gas Oksigen
16 gram
32 gram
40 gram
48 gram

gas oksigen
16 gram
... gram
40 gram
Air
18 gram
36 gram
45 gram
54 gram

gas karbondioksida
... gram
33 gram
55 gram

Jawab:
a. massa  gas karbon Dioksida                 = massa karbon + massa gas  oksigen.
= 6 + 16 
= 22 gram
b. massa gas Oksigen                                 = massa karbon dioksida – massa karbon
= 33 – 9
= 24 gram
c. massa karbon                                          = massa karbon dioksida – massa gas oksigen
= 55 – 40
= 15 gram

B.      Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)
Berbunyi  "Perbandingan massa unsur-unsur penyusun suatu senyawa selalu tetap".
Perhatikan Tabel Berikut
Pereaksi I
Massa hidrogen
yang direaksikan
(gram)
Pereaksi II
Massa oksigen
yang direaksikan
(gram)
Hasil Reaksi
Massa air
yang terbentuk
(gram)
Sisa hidrogen
atau oksigen
(gram)
Perbandingan Hidrogen dan Oksigen
1
2
1
2
8
8
9
16
9
9
9
18
0
1 gram hidrogen
1 gram oksigen
0
1 : 8
1 : 8
1 : 8
1 : 8





Sebagaimana ditunjukkan dalam perhitungan di atas, bahwa perbandingan massa H terhadap O ternyata tetap, yaitu 1 : 8 Jadi,senyawa tersebut memenuhi hukum Proust.
Contoh soal:
1.     Jika kita mereaksikan 4 gram  hidrogen dengan 40 gram oksigen, berapa gram air yang terbentuk?
Jawab:
·            Langkah Pertama :  Mencari perbandingan Oksigen dan Hidrogen Dalam senyawa H2O
Senyawa H2O
Unsur H
Unsur O
                          H2O
=  2 atom H  x Ar H
= 2 x 1
= 2
= 1 atom O x Ar O
= 1 x 16
=16
Perbandingan
Disederhanakan »

2
1
16
8
Jadi perbandingan massa H:O = 1:8
artinya Setiap 1 gram Hidrogen memerlukan 8 gram Oksigen Untuk membentuk 1 Molekul Air
·            Langkah Kedua : Menghitung Jumlah H2O yang Terbentuk
Perbandingan massa hidrogen dengan oksigen dalam Senyawa H2O              = 1 : 8.
Perbandingan massa hidrogen dengan oksigen yang dicampurkan                 = 4 : 40.
Oleh karena perbandingan hidrogen dan oksigen = 1 : 8 maka 4 gr hidrogen memerlukan 4 x 8 g oksigen yaitu 32 g.  Sehingga pada kasus ini oksigen yang dicampurkan tidak bereaksi semuanya, oksigen masih bersisa sebanyak ( 40 – 32 ) g = 8 g.
Sehingga  massa air yang terbentuk dari 4 g hidrogen dan 32 g oksigen adalah  36 g.
Untuk lebih jelasnya lihat perhitungan dibawah ini
Reaksi Ditulis sebagai
H2
O
H2O
Perbandingan massa
1
8

awal reaksi
4 gram
40 gram

Yang bereaksi
4 gram
4 x 8 = 32 gram
36 gram
Zat Sisa
0
   8


2.     Diketahui perbandingan massa kalsium dan oksigen dalam membentuk senyawa kalsium oksida adalah 5 : 2. Bila direaksikan 10 gram kalsium dan 12 gram oksigen, tentukan massa kalsium oksida (CaO) yang terbentuk dan sisa pereaksi!
Jawab:
                Perbandingan Ca : O  =  5  :  2
Langkah-langkah
Massa kalsium
Massa Oksigen
Massa CaO
terbentuk
Massa Zat sisa
pereaksi
Mula-mula
10 gram
12 gram


Perbandingan massa
= 2
= 6


Pilih massa yang paling kecil yaitu 2
Yang bereaksi
2 x 5 = 10 gram
2 x 2 = 4 gram
10 + 4 = 14 gram

Akhir Reaksi
0
8 gram
14 gram
8 gram Oksigen

Hukum Proust dapat dijabarkan lagi, dalam rangka menentukan kadar unsur atau massa unsur dalam senyawa. Secara umum untuk senyawa : AmBn
·                    % A dalam AmBn    =            ( m  x  Ar A )    / Mr AmBn            x              100 %                                     artinya

=    Jumlah atom A   x  Ar A                 x              100 %
   Mr  AmBn

·                         Massa B dalam AmBn          =  (  n  x  Ar B /      Mr  AmBn      )              x   massa  AmBn

Oleh karena itu dapat juga diturunkan kadar zat dalam campuran

% zat dalam campuran        =        x              100 %

Contoh Soal
Berapa kadar C dalam 50 g CaCO3 ? (Ar: C = 12; O= 16; Ca=40))
Jawab:
Massa C           =   (Ar C  /  Mr CaCO3)        x              massa CaCO3
=   (12  / 100 )       x              50 g
= 6 g
Kadar C           = massa C  /  massa CaCO3                    x             100%
= 6  /  50                 x   100 %
= 12 %

C.     Hukum Perbandingan Berganda (Hukum Dalton)
bunyinya: "Apabila dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa, massa salah satu unsur tersebut tetap (sama) maka perbandingan massa unsur yang lain dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan bulat dan sederhana".
Contoh:
1.         Nitrogen dan oksigen dapat membentuk senyawa-senyawa N2O, NO, N2O3, dan N2O4 dengan komposisi massa terlihat dalam tabel berikut.
Senyawa
Massa Nitrogen
gram
Massa Oksigen
gram
Perbandingan
N2O
NO
N2O3
N2O4
28
14
28
28
16
16
48
64
7 : 4
7 : 8
7 : 12
7 : 16

Dari tabel tersebut, terlihat bahwa apabila massa N dibuat tetap (sama) sebanyak 7 g maka perbandingan massa oksigen dalam:  N2O : NO : N2O3 : N2O4 = 4 : 8 : 12 : 16 atau 1 : 2 : 3 : 4

2.         Merkuri (raksa) dan klor membentuk dua macam senyawa. Dalam satu senyawa 0,66 g merkuri bergabung dengan 0,118 g klor. Dalam senyawa yang lain 1,00 g merkuri bergabung dengan 0,355 g klor. Apakah data ini mendukung Hukum Kelipatan Perbandingan?

Jawab
Untuk memudahkan penyelesaian dapat dibuat tabel perbadingan seperti berikut.
Senyawa
Hg (gram)
Cl (g)
Perbandingan
I

0,669

0,188

1 : 0,176

II

1,000
0,355
1 : 0,355

Jumlah klor yang bergabung dalam 1 g merkuri berbanding sebagai 0,176 : 0,355 atau 1 : 2. Dari hasil tersebut terlihat bahwa perbandingan massa klor yang bergabung dengan merkuri merupakan bilangan bulat yang sederhana. Dengan demikian, data tersebut mendukung Hukum Kelipatan Perbandingan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar